Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Tokoh Pemuda Pertanyakan Desa Sabah Balau Tak Masuk Rencana Perluasan Kota Bandarlampung

0
×

Tokoh Pemuda Pertanyakan Desa Sabah Balau Tak Masuk Rencana Perluasan Kota Bandarlampung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung,- Tokoh pemuda Desa Sabah Balau, Arif Gunawan, mempertanyakan alasan desanya tidak ikut bergabung bersama delapan desa lain yakni Purwotani, Margorejo, Sinar Rejeki, Margomulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Banjar AgungDalam rencana penyesuaian wilayah ke Kota Bandarlampung.

Desa Sabah Balau saat ini secara administratif berada di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Padahal, secara geografis, wilayah tersebut berbatasan langsung dan lebih dekat dengan Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.

Example 300x600

“Di Sabah Balau ini sudah banyak kawasan perumahan dan pertokoan. Kalau masuk wilayah Kota Bandarlampung, warga akan lebih mudah mengakses kelurahan, rumah sakit, dan sekolah. Tidak perlu jauh-jauh lagi ke Kalianda,” ujar Arif Gunawan, Rabu (27/1/2026), di Pemkot Bandarlampung.

Ia menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilainya terkesan tebang pilih dalam menentukan wilayah perbatasan antara Desa Sabah Balau dan Kota Bandarlampung.

“Sebelumnya kami sangat gembira mendengar kabar rencana ini. Kami berharap para pihak yang berkompeten, terutama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal alias Iyay Mirza, bisa mendengar suara hati warga Desa Sabah Balau. Namun kenyataannya justru berbeda jauh dari harapan,” tuturnya.

Menurut Arif, warga Sabah Balau sangat berharap bisa bergabung dengan Kota Bandarlampung agar memperoleh kemudahan dalam mengurus administrasi kependudukan maupun perizinan lainnya.
“Saya kaget ketika mendengar ada delapan desa yang akan bergabung, padahal yang paling dekat dengan Kota Bandarlampung itu justru Desa Sabah Balau yang berada di Kecamatan Tanjung Bintang,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. “Kami sebagai warga merasa ada yang tidak beres. Apakah Sabah Balau dikucilkan? Kecewa, itu sudah pasti,” ungkapnya.

Arif juga menilai warga Sabah Balau selama ini turut merasakan dampak pembangunan Kota Bandarlampung. Salah satu contohnya adalah pembangunan Jalan M. Azizi di wilayah Sukarame yang lokasinya sangat dekat dengan kawasan Sabah Balau dan kini telah selesai dibangun.

“Harapan kami sederhana, bisa bergabung dengan Kota Bandarlampung. Namun tiba-tiba muncul pernyataan sepihak dari provinsi yang kami sendiri tidak tahu dasar pertimbangannya. Padahal Sabah Balau merupakan kawasan yang sedang berkembang dan sudah sepantasnya masuk wilayah Kota Bandarlampung,” pungkasnya.

(Rls)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *