Bandar Lampung,-Provinsi Lampung akan segera membuka penerbangan internasional perdana rute Lampung–Malaysia melalui Bandara Raden Inten II menggunakan maskapai TransNusa. Penerbangan inaugural dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan penerbangan perdana tersebut akan lepas landas dari Bandara Raden Inten II menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada pukul 11.00 WIB.
“Hampir seluruh persyaratan operasional sudah terpenuhi. Tinggal satu dari Kementerian Pertahanan. Karena harus segera terbang sesuai jadwal, insyaallah 12–13 Februari ini sudah bisa dilaksanakan penerbangan perdana Lampung–Kuala Lumpur,” ujar Bambang, Senin (9/2/2026).
Bambang menjelaskan, pada tahap awal, pola rotasi pesawat akan melayani rute Jakarta–Lampung–Kuala Lumpur–Lampung–Jakarta. Setelah penerbangan inaugural, rute internasional ini direncanakan beroperasi secara reguler dua kali dalam sepekan.
“Untuk penerbangan reguler, kemungkinan setiap Senin dan Kamis. Jadi dari Lampung langsung ke Kuala Lumpur dengan rotasi pesawat seperti itu,” jelasnya.
Selain membuka rute internasional reguler, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan rencana pembukaan penerbangan umrah melalui Bandara Raden Inten II. Namun, realisasi penerbangan umrah baru akan dimulai setelah Lebaran Idul Adha.
“Untuk umrah nanti setelah Lebaran Haji, karena jamaah saat ini sudah membeli paket semua. Jadi baru bisa dimulai setelah itu,” kata Bambang.
Pada tahap awal, penerbangan umrah direncanakan melalui rute Lampung–Malaysia sebagai titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah atau Madinah. Namun, ke depan, Pemprov Lampung menargetkan penerbangan langsung dari Lampung ke Madinah.
“Nanti kemungkinan Lampung–Malaysia dulu, transit, lalu ke Jeddah atau Madinah. Tapi kami upayakan dari Lampung bisa langsung ke Madinah, direct,” tambahnya.
Dengan dibukanya penerbangan internasional perdana ini, Pemprov Lampung berharap konektivitas udara semakin meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi, serta mempermudah mobilitas masyarakat Lampung menuju destinasi internasional.
(Rls)
















