Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Izin Resto tapi Rasa Diskotik? DPRD Bandar Lampung Bidik Viper Bar Terkait Dugaan Pelanggaran Izin

31
×

Izin Resto tapi Rasa Diskotik? DPRD Bandar Lampung Bidik Viper Bar Terkait Dugaan Pelanggaran Izin

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288
Example 468x60

BANDAR LAMPUNG ,– Aroma pelanggaran tercium dari operasional Viper Bar, Cafe, dan Resto. Selain keluhan kebisingan, tempat hiburan ini kini diterpa isu miring terkait legalitas operasionalnya. Viper diduga kuat tidak mengantongi izin diskotik, meski aktivitas di dalamnya disinyalir menyerupai tempat hiburan malam kelas berat.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, menegaskan bahwa tidak ada pengecualian bagi investor yang ingin masuk ke Kota Tapis Berseri. Menurutnya, izin harus sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan di lapangan.

Example 300x600

“Kalau izinnya resto atau kafe, ya kegiatannya harus itu. Tidak boleh tidak mengantongi izin diskotik tapi praktiknya seperti diskotik. Kita koordinasikan dengan Dinas PTSP, kalau melanggar, tutup!” tegasnya.

Dugaan “Izin Resto Rasa Diskotik” ini diperkuat dengan banyaknya keluhan warga mengenai dentuman musik yang melampaui batas wajar sebuah kafe. Warga di sekitar lokasi mengaku waktu istirahat mereka terampas akibat polusi suara yang tetap kencang meski sudah berkali-kali dilaporkan ke pihak RT.

Aktivis Alienasi Masyarakat Lampung (AML), Sunawardi, mendesak Wali Kota untuk segera bertindak. Ia menilai, jika dibiarkan, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Bandar Lampung.
“Jangan sampai atas nama mengejar target investasi Rp744 miliar tahun ini, pemerintah jadi tutup mata terhadap tempat hiburan yang tidak tertib administrasi dan berdampak buruk pada lingkungan serta kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Polemik Viper Bar bukan hanya soal dokumen di atas kertas. Aduan warga mengenai polusi suara (kebisingan) mulai bermunculan. Endang sendiri mengaku mendapat keluhan langsung dari kerabatnya yang tinggal di dekat lokasi.

Hal senada diungkapkan netizen melalui media sosial. Akun @yutaraardanii mengeluh bahwa suara dentuman musik masih terdengar jelas hingga ke dalam rumah dan mengganggu waktu istirahat, meskipun laporan sudah disampaikan ke pihak RT sejak sebelum Lebaran.

“Katanya sedang perbaikan check sound, tapi sampai sekarang suaranya masih terdengar jelas sampai ke rumah,” tulisnya.(Rls)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *