Bandar Lampung,– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, melantik 56 pejabat yang terdiri dari 55 kepala madrasah dan satu pejabat fungsional tertentu di Aula Saibatin Kanwil Kemenag Lampung, Senin (6/7/2026).
Dalam arahannya, Zulkarnain menegaskan bahwa jabatan kepala madrasah bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah besar untuk memimpin, melayani, dan meningkatkan kualitas pendidikan. Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak terjebak pada pola kepemimpinan yang otoriter atau merasa harus dilayani.
“Jangan merasa karena sudah menjadi kepala madrasah lalu tidak perlu mengajar. Kepala madrasah tetap seorang guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin madrasah,” tegasnya.
Menurut Zulkarnain, keberhasilan seorang kepala madrasah tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kemampuannya membangun budaya kerja yang sehat, menegakkan disiplin, serta menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.
Ia menekankan, kepala madrasah harus menjadi pemimpin yang melayani seluruh warga sekolah. Guru dan tenaga kependidikan harus diberikan ruang untuk berkembang agar mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
“Kepala madrasah bukan untuk dilayani, tetapi hadir melayani. Kepemimpinan yang baik adalah yang mampu memberdayakan guru dan seluruh tenaga kependidikan sehingga madrasah terus berkembang,” ujarnya.
Zulkarnain juga mengingatkan bahwa kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, sekaligus pemimpin pembelajaran. Karena itu, seluruh sumber daya madrasah, mulai dari tenaga pendidik, sarana prasarana hingga anggaran, harus dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Dalam aspek tata kelola keuangan, ia memberikan peringatan keras agar tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
“Masyarakat sekarang semakin kritis. Jangan sampai terjadi duplikasi anggaran atau penggunaan dana yang tidak sesuai ketentuan. Kecurangan mungkin tidak langsung terlihat, tetapi pada waktunya pasti akan terungkap,” tegasnya.
Selain menjaga integritas, Zulkarnain meminta para kepala madrasah aktif melakukan supervisi terhadap proses pembelajaran agar seluruh program pendidikan berjalan sesuai standar dan mampu meningkatkan mutu lulusan.
Pelantikan tersebut disaksikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Yan Maradonna, serta Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Herry Setiawan. Acara juga dihadiri para kepala bidang, Pembimas, kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Lampung, pengurus Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Lampung, serta para tamu undangan.
Menutup arahannya, Zulkarnain mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, dan bekerja secara profesional, cerdas, serta ikhlas demi mewujudkan madrasah yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan dipercaya masyarakat.(Rl)
















