Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lampung

Kemenhut Ungkap Sulitnya Padamkan Kebakaran di TN Way Kambas, Lahan Gambut Jadi Tantangan

50
×

Kemenhut Ungkap Sulitnya Padamkan Kebakaran di TN Way Kambas, Lahan Gambut Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA ,– Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan proses pemadaman kebakaran hutan di wilayah Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, masih berlangsung hingga Sabtu (22/8) siang.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak Jumat (21/8) siang tersebut berada di kawasan bergambut dengan akses yang sulit dijangkau. Kondisi itu menjadi salah satu kendala utama bagi tim dalam melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
Tim pemadam bahkan harus menempuh sebagian jalur dengan berjalan kaki untuk mencapai titik-titik kebakaran.

Example 300x600

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, mengatakan pihaknya bersama berbagai unsur terkait terus melakukan upaya maksimal untuk mengendalikan kebakaran.
“TNWK bersama para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman,” ujar MHD Zaidi dalam pernyataan resmi, Sabtu (22/8).

Menurutnya, kondisi lapangan, jarak sumber air, serta karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berada di lokasi.

“Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” katanya.

Meski menghadapi berbagai kendala, TNWK bersama seluruh pihak terus melakukan pemadaman dan pengendalian agar api tidak merembet ke kawasan lainnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, TNWK berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja TNWK, serta masyarakat setempat.
Selain melakukan pemadaman, TNWK juga akan meningkatkan intensitas pengamanan dan patroli kawasan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Kemenhut menyebut koordinasi lintas sektor juga akan diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran maupun berbagai ancaman lainnya di kawasan konservasi.

Pengamanan kawasan tidak hanya diarahkan untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mengantisipasi perburuan satwa liar, pembalakan, perambahan kawasan, serta aktivitas ilegal lainnya.

Pihak TNWK turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengendalian api sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas.

Kebakaran hutan sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan TNWK. Pada Januari 2026, kebakaran dilaporkan menghanguskan lahan lebih dari 2.600 hektare.

Memasuki musim kemarau tahun ini, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran kembali ditingkatkan. Kondisi cuaca kering dan karakteristik kawasan yang sebagian berupa lahan gambut menjadi faktor yang perlu diantisipasi untuk mencegah kebakaran meluas.

Pemerintah dan pengelola kawasan konservasi kini dituntut memperkuat patroli, deteksi dini, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki akses sulit dan sumber air terbatas.
(R/L)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *