Lampung Timur ,–Program pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto tercoreng akibat dugaan penunggakan upah ratusan buruh bangunan di Kabupaten Lampung Timur.
Para pekerja mengaku hingga kini belum menerima hak mereka setelah berbulan-bulan bekerja di bawah naungan PT Aji Saka, yang disebut sebagai subkontraktor dari perusahaan pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat, PT Sumber Bangun Sentosa (SBS).
Keluhan para buruh mencuat setelah pembayaran upah yang dijanjikan berulang kali tak kunjung direalisasikan. Sejumlah pekerja bahkan mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akibat belum dibayarkannya gaji mereka.
Perwakilan PT SBS melalui Tri menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembayaran kepada PT Aji Saka sesuai progres dan pekerjaan yang telah dilaksanakan.
“Kami dari PT SBS sudah melakukan pembayaran kepada PT Aji Saka selaku subcon sesuai pekerjaan yang berjalan,” ujar Tri saat ditemui.
Dalam pertemuan bersama para pekerja, aktivis Lampung Maradoni “Si Peci Merah” turut mendampingi ratusan buruh untuk menuntut kejelasan pembayaran upah yang hingga kini belum diterima.
Didampingi Maradoni, para buruh meminta PT Aji Saka segera melunasi seluruh hak pekerja yang telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan tersebut.
“Janji PT Aji Saka minggu kemarin gaji kami akan dibayarkan. Dalam pertemuan ini malah diundur lagi dan dijanjikan minggu depan. Kami meminta hak kami dibayarkan,” teriak para buruh secara bersamaan.
Maradoni menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut nasib ratusan pekerja kecil yang menggantungkan hidup dari upah proyek tersebut.
Ia bersama para buruh meminta pemerintah daerah, pejabat terkait, serta aparat penegak hukum segera turun tangan menindaklanjuti persoalan dugaan penunggakan upah tersebut.
“Kami meminta pejabat dan aparat berwenang bergerak cepat. Ini menyangkut nasib ratusan buruh yang kini terlunta-lunta karena hak mereka belum dibayarkan,” tegas Maradoni.
Sementara itu, perwakilan PT Aji Saka, Roy dan Sutarman, kembali berjanji akan menyelesaikan kewajiban pembayaran terhadap para buruh pada pekan depan.( Rsl)
















