BANDAR LAMPUNG,— Kegagalan pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 tidak membuat Rachel Faradhilla Rasya menyerah. Siswi kelas XII V1.3 MAN 1 Bandar Lampung itu justru menjadikannya sebagai momentum untuk berbenah hingga akhirnya berhasil meraih Medali Perunggu OSN 2026 bidang Fisika tingkat nasional.
Prestasi tersebut diraih Rachel setelah melewati rangkaian seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, hingga kompetisi tingkat nasional yang digelar pada September 2026.
Bagi Rachel, medali perunggu tersebut merupakan buah dari proses panjang dan konsistensi belajar. Perjalanannya menuju tingkat nasional bahkan tidak langsung mulus.
Pada OSN Fisika 2025, langkah Rachel harus terhenti di tingkat Provinsi Lampung. Kegagalan itu kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola belajar dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Memasuki OSN 2026, Rachel kembali mencoba peruntungannya. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia berhasil meraih Juara III tingkat Kota Bandar Lampung, kemudian meningkat menjadi Juara II tingkat Provinsi Lampung.
Hasil tersebut mengantarkan Rachel ke tingkat nasional. Di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, ia akhirnya mampu membawa pulang medali perunggu.
“Kalau dari awal masuk SMA memang tujuannya pengin dapat medali OSN,” kata Rachel.
Pengalaman pada tahun sebelumnya membuat Rachel lebih memahami tantangan yang harus dihadapi.
“Di tahun pertama belum bisa lolos ke final. Jadi di tahun kedua berusaha banget bagaimana caranya supaya bisa masuk final, setidaknya,” ujarnya.
Untuk mempersiapkan diri, Rachel mengandalkan pola belajar mandiri. Ia menyisihkan waktu sekitar dua hingga tiga jam setiap hari untuk belajar di rumah.
Selain belajar secara mandiri, Rachel juga aktif berdiskusi dengan kakak kelas untuk memperdalam pemahaman terhadap materi Fisika.
Persiapan tersebut turut mendapat dukungan dari pihak MAN 1 Bandar Lampung melalui program bimbingan dan pemberian dispensasi waktu selama Rachel mengikuti rangkaian seleksi.
Hadapi Tes Eksperimen dan Soal Teori Lima Jam
Pada tingkat nasional, tantangan yang dihadapi Rachel semakin berat. Para peserta harus menjalani rangkaian ujian selama dua hari dengan materi yang menguji kemampuan teori sekaligus keterampilan eksperimen.
Pada hari pertama, peserta mengikuti tes eksperimen. Mereka dituntut melakukan percobaan sekaligus mengolah dan menganalisis data yang diperoleh.
Sementara pada hari kedua, peserta menghadapi lima soal teori berbentuk esai dengan durasi pengerjaan mencapai lima jam.
Rangkaian ujian tersebut menuntut peserta tidak hanya menguasai konsep Fisika, tetapi juga mampu berpikir analitis, bekerja secara cermat, dan mengelola waktu di bawah tekanan.
Bagi Rachel, keberhasilan meraih medali perunggu menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Pengalaman pada OSN 2025 justru menjadi pijakan untuk memperbaiki diri hingga akhirnya mampu menembus persaingan tingkat nasional.
Prestasi Rachel sekaligus menambah catatan capaian MAN 1 Bandar Lampung dalam mendorong siswanya berprestasi di bidang sains, khususnya pada kompetisi tingkat nasional.(R)
















