Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Perkuat Layanan HIV Melalui Poli Kanca Sehati dengan Pendekatan Holistik dan Tanpa Diskriminasi

0
×

RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Perkuat Layanan HIV Melalui Poli Kanca Sehati dengan Pendekatan Holistik dan Tanpa Diskriminasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung ,– Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menegaskan kembali komitmennya untuk mengeliminasi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada tahun 2030. Edukasi, deteksi dini, dan pengobatan menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut, mengingat tingginya beban kasus yang masih dihadapi Indonesia.

Berdasarkan data terbaru, Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV. Diperkirakan terdapat sekitar 564.000 ODHIV pada tahun 2025. Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 81 persen yang mengetahui status HIV-nya. Sementara itu, sekitar 41 persen telah menjalani terapi antiretroviral (ARV), dan hanya 19 persen yang mencapai viral load tersupresi, yaitu kondisi ketika virus tidak terdeteksi sehingga risiko penularan menjadi sangat rendah.

Example 300x600

Sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Lampung, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek terus memperkuat komitmennya dalam penanganan HIV melalui pelayanan terpadu di Poli Kanca Sehati yang menjadi pusat layanan HIV di rumah sakit tersebut. Layanan ini mengedepankan pendekatan holistik, profesional, serta tanpa diskriminasi bagi para ODHIV.

Saat ini, program layanan HIV melalui Klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) di RSUDAM melayani rata-rata sekitar delapan pasien baru setiap bulan dengan total kunjungan mencapai sekitar 400 pasien per bulan, dengan berbagai tingkat kondisi kesehatan. Sebagian besar pasien datang dalam kondisi sudah memiliki keluhan tingkat lanjut karena selama ini pola penerimaan kasus masih bersifat pasif, yakni pasien datang sendiri atau melalui rujukan dari fasilitas kesehatan lain.

Di sisi lain, peningkatan kasus HIV lebih banyak terdeteksi di tingkat puskesmas karena adanya upaya penemuan kasus secara aktif di masyarakat. Dalam penanganan HIV, secara ideal kasus berat hanya berkisar 10 hingga 20 persen dari total kasus, sehingga deteksi dini menjadi faktor yang sangat penting.

Di RSUDAM, layanan HIV dipusatkan di Poli Kanca Sehati yang melayani pasien menggunakan BPJS Kesehatan maupun program nasional HIV dari Kementerian Kesehatan. Untuk pasien dengan keluhan ringan seperti diare atau gangguan kesehatan umum lainnya, pelayanan dapat menggunakan skema BPJS. Sementara obat antiretroviral (ARV) disediakan melalui program nasional HIV.

Seluruh unit pelayanan di klinik rawat jalan maupun rawat inap RSUDAM dapat menangani pasien HIV tanpa diskriminasi. Namun pengambilan obat ARV tetap terpusat di Poli Kanca Sehati, termasuk dalam proses pelayanan hingga penanganan akhir seperti koordinasi dengan kamar jenazah apabila diperlukan.

Selain memberikan layanan medis, Poli Kanca Sehati juga menjadi pengampu layanan HIV di Provinsi Lampung. RSUDAM secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan program magang bagi tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan melalui Direktorat Pengembangan SDM RSUDAM. Tenaga kesehatan RSUDAM bahkan telah tersertifikasi sebagai mentor pelatihan HIV sehingga mampu menjadi tenaga pengajar dalam pengembangan kapasitas layanan HIV di daerah.

Sebagai bentuk dukungan sosial bagi pasien, RSUDAM juga bekerja sama dengan jaringan komunitas ODHA Berdaya yang mengelola rumah singgah bagi pasien HIV di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan. Rumah singgah tersebut menjadi tempat dukungan sementara bagi pasien yang membutuhkan pendampingan selama menjalani pengobatan.

RSUDAM juga mendukung penuh lima program prioritas Kementerian Kesehatan dalam mempercepat penanggulangan HIV/AIDS. Ke depan, berbagai inovasi layanan juga tengah dikembangkan di bawah Poli Kanca Sehati, di antaranya pengembangan layanan akhir pekan dan layanan di luar jam kerja untuk memudahkan akses pasien, penguatan layanan vaksinasi termasuk vaksin terkait penyakit yang sering berkaitan dengan HIV seperti vaksin HPV dan cacar, serta program pelatihan HIV terstandar yang saat ini telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Selain itu, RSUDAM juga mendorong penguatan sistem penanggulangan HIV secara lebih luas melalui pembentukan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS tingkat provinsi, yang usulannya telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Dengan berbagai upaya tersebut, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan HIV yang komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan, serta mendukung target nasional eliminasi HIV dan IMS pada tahun 2030.

(Rls)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *